Sabtu, 13 Desember 2014

                     

                                               MENCINTAI PERBEDAAN
             Apa yang di butuhkan ketika kita harus tinggal di dalam negara multikultural , keragaman yang begitu kaya, aka perbedaan agama, budaya, suku dan bahasa, multikulturalisme itu lah wajah indonesia, tidak ada alasan untuk kita saling membenci , menyakiti dan bahkan saling membunuh hanya untuk alasan perbedaan, tidak ada alasan untuk kita bertindak rasial, diskriminisasi terhadap golongan minoritas yang ada di negara ini,  tidak ada alasan untuk kita saling  membenarkan satu sama lain dan menindas golongan yang lain.
                     
                 sejak  anak-anak kita mengenyam pendidikan dasar kita telah di ajari apa itu semboyan dasar negara kita Bhinneka Tunggal Ika, bhinneka tunggal ika mengajarkan kita nilai keluhuran dalam hidup ini, yang harus kita tanam dan kita aplikasikan terhadap kehidupan kita,  bhinneka tunggal ika mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai setiap hak-hak orang lain untuk hidup sesuai keyakinan, budaya, dan bahasa yang mereka anut dan  kerjakan.


                 kita sangat mengingat catatan kasus-kasus yang sangat memperihatinkan, konflik  yang menguatkan masalah perbedaan,   yang seharusnya memang  tidak harus  terjadi, konflik sampit(sampang vs madura) konflik di th 2001 ini memakan korban hingga 500 jiwa, dan lebih dari 100.000 warga madura harus kehilangan tempat tinggal.
 
 kita sangat mengingat tragedi pahit sekaligus memilukan kerusuhan mei 1998, dimana kerusuhan ini terjadi dan berpusat di jakarta, dimana seluruh korban dituju kepada golongan minoritas etnis tionghoa yang harus mejadi korban dari kebiadaban dan ketidak adilan, toko-toko usaha etnis ini yang harus di hancurkan dan dibakar oleh masa, para gadis-gadis yang diperkosa secara biadab dan dibunuh dengan kejam, lebih dari seluruh korban di kerusuhan mei 1998 adalah golongan etnis tionghoa.

                     

 kita sangat mengingat dan tidak pernah lupa, pada tanggal 19 januari 1999 adalah tragedi konflik agama yang sangat meperihatinkan sekaligus memilukan  di mana perang saudara di ambon dan di pulau sekitarnya berkecamuk, saling membunuh. membantai dengan buas , nyawa yang  seolah tak berharga.  perang  perbedaan agama yang harusnya tidak terjadi, apa yang di hasilkan? orang-orang yang harus kehilangan anggota keluarga karena harus mati sia-sia, orang-orang yang harus kehilangan tempat tinggal , dan hidup semakin miskin dan menderita.

                      kasus-kasus dan tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi, kurangnya           penanaman moral yang baik, tidak adanya dialog dan musyawarah yang baik dalam menyelesaikan masalah, kurangnya memahami arti perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, feondalis( membeda-bedakan manusia sesuai harkat dan martabatnya) fanatisme buta yang menghasilkan golongan   bertindak ngtot selalu benar dan selalu menyalahkan kepada sesuatu yang yang menurutnya salah dan beda,di tunjang dengan kesalahan berfikir dan kehendak jahat, ini semua  membuat manusia di indonesia ini bertindak sadis, butal, anarkis, radikalis,  rasialis , diksriminisasi, apa yang harus di lakukan untuk merubahnya,..???

                     #melampaui perbedaan dan kesetaraan adalah ideologi kita dalam hidup#
                       

          melampaui perbedaan adalah cara yang terbaik untuk kita hidup di dalam negara yang multikultur, kita tidak perlu saling membenci, dan saling membedakan satu sama lain , jika kita menyadari keberadaan diri kita secara arif dan bijaksana, kita mampu menyadari kehadiran orang lain dengan pandangan  personal  yang memang beda dari kita, baik, itu agama , budaya, suku dan bahasa.
             dalam hidup berbangsa dan bernegara pasti kita mempunyai tujuan yang sama lepas dari apapun, agama kita, suku dan bahasa kita, kita ingin hidup dengan aman, kita ingin hidup di berikan hak-hak hidup kita sepenuhnya, kita ingin hidup mendapatkan keadilan, dan ketentraman, kita ingin hidup dengan damai dan bahagiaa, keberagaman kultur membuat orang mecerap dunia dengan cara berbeda-beda  dan itu wajar,  dan keberagaman itu membuat manusia hidup dengan caranya masing-masing , pada dasarnya manusia mengingkan kebenaran dan hal yang baik, begitu juga dengan kita, tetapi kultur yang beragam membuat manusia hidup dengan keyakinan, budaya dan bahasa yang sangat berbeda-beda dan mengimpletasikan kebenaran dan kebaikan melalui caranya masing-masing.

              Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia, pernah berkata, bahwa negara kesatuan Indonesia adalah jembatan emas untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur untuk semua, tanpa terkecuali. Maka dari itu, sudah sejak awal, kita memilih bentuk negara republik demokratis, dan bukan negara agama yang secara langsung bersikap diskriminatif terhadap kelompok minoritas. Akan tetapi, untuk memastikan, bahwa proses-proses demokratis sungguh berlangsung dengan tepat, kita perlu dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, yang tak terjebak oleh aroma pesimisme ataupun kecemasan kolektif.

             kata-kata dan gagasan  yang sangat bijaksana  bapak pendiri bangsa membuat kita sangat bersyukur bahwa negara yang multikultur ini menganut sistem demokrasi, gagasan dan pilihan yang sangat tepat dan bijak , semua teori tentang prinsip demokrasi berpijak pada satu prinsip yang  sama yakni, kesetaraan antar manusia, setiap orang memiliki harkat dan martabat yang sama, setiap orang berhak mendapatkan perlindungan hukum yang sama,  dalam hal ini tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin, lelaki/ perempuan, agama minoritas /mayoritas, perinsip kesetaraan yang harus selalu di amalakan oleh  jajaran otoritas pemerintahan kita , dan kita sebagai rakyat, dan manusia yang menginginkan keadilan dan kebahagiaan hidup bersama.

              dan kesetaraan yang harus selalu kita tanamkan dan aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak ada perbedaan, tidak ada kelompok mayoritas /minoritas , tidak ada golongan yang unggul/ terbelakang, kita adalah sama dan setara, berdiri dan menginjakan kakidi  bumi pertiwi yang kita cintai  ini, berharap persatuan dan kesatuan yang akan membawa kita hidup rukun, damai dan sejahtera. semoga saja (^_^) 

   


 
                    
     





             

Selasa, 09 Desember 2014

Add caption
                                     hidup yang tak pernah sempurna
        
                         kesempurnaan dalam hidup adalah suatu situasi dimana setiap harapan dan keinginan terpenuhi, dalam hidup ini tentunya kita amat sangat mengingkan itu semua, dimana arah dan gerak hidup yang selalu berpihak kepada diri kita, kita pun menginkan tuhan menyetujui semua apa yang kita harapkan, tanpa sadar kita pun terbawa ambisi dalam harapan dan keinginan secara ambisius ,  mengejar ambisi dan harapan  untuk menginkan kesempurnaan hidup adalah sebuah cara pandang hidup yang salah!, karena sesungguhnya kesempurnann hidup itu sendiri adalah sebuah ilusi dan kebohongan.

                  mengejar kesempurnaan hidup adalah sebuah ilusi dan kebohongan nyata, mengapa demikian,  dunia dan hidup ini lah  yang selalu cacat membentuk hidup kita selalu tidak pernah sempurna, di balik keluarga bahagia, selalu ada konflik yang terpendam, di balik tubuh yang sehat, selalu ada penyakit yang siap tampil, untuk mengerogoti tubuh kita, di balik karir yang gemilang,  selalu ada masa di mana kita mengalami kejatuhan, di balik kekayaan dan harta yang sangat melimpah ada masa dimana kita akan kehilangan segalanya, di balik kecantikan dan ketampanan  selalu ada masa di mana kita mengalami penuaan  menjadi tua tak berdaya, sungguh hidup yang tidak pernah sempurna bukan!!!.

                 
 
                        sangat memperihatinkan ketika melihat manusia di abad k-21 dengan tingkat  data kasus-kasus bunuh diri dengan rasio yang sangat tinggi, di mana di jepang negara berkembang dan maju, bahkan menjadikan bunuh diri sebagai sebuah budaya,  dengan lebih dari 70% melakukan bunuh diri karena faktor rasa depresi hidup yang tak sesuai apa yang mereka harapkan,  kekecewaan dan rasa depresi yang timbul akibat  ambisi akan  keinginan  hidup yang sesuai apa yang diharapkan, membuat manusia kehilangan kesejatiaan dan rasa bahagia dalam hidupnya.

                     keyataan hidup yang tak pernah sempurna dan dunia yang selalu cacat,  harusnya menjadikan kita berfikir apa yang sesungguhnya paling penting dalam hidup ini, apakah kita hanya mengejar ambisi rasa egoisme kita hanya untuk mencari kesempurnan hidup itu sendiri , kesempurnaan yang di dalamnya hanya terdapat   ilusi dan kebohongan yang nyata,  kita telah di berikan akal budi dan hati nurani, seandaniya kita bisa megolah akal budi kita dan bertanya ke dalam hati nurani kita, kita pasti sungguh menolak mengejar ambisi hanya untuk kesempurnaan hidup itu sendiri yang memang hanya sebuah ilusi.

                              
         
                              ketika kita di lahirkan di dunia ini, kita tidak pernah memilih mempunyai bentuk tubuh dan wajah seperti apa dan  harus sempurna  , kita tidak pernah memilih warna kulit kita, kita tidak pernah memilih  siapa keluarga kita, kita tidak pernah memilih lahir di dalam keluarga miskin/ kaya, kita tidak pernah memilih  lingkungan masyarakat  kita, kita tidak pernah memilih negara kita. kita adalah manusia yang lahir dan terlempar kedalamnya dengan ketidak sempurnaan dunia itu sendiri. kita lahir dan terlempar kedalam dunia yang memang bukan keinginan kita, inilah faktor terpenting, mengetahui penyadaran hadirnya kita kedalam dunia ini adalah sebuah pengetahuan keluhuran dalam menerima kehidupan yang kita jalani. 

                      rasa menerima diri adalah  sebuah sikap dimana kita menerima keadaan diri kita seutunya,  dan hanya berfokus terhadap apa yang sudah diberikannya dan di jalankannya  , rasa menerima diri adalah   sebuah sikap yang luhur dan sangat bijaksana, penanaman rasa menerima diri untuk selalu tumbuh dalam sikap kita dalam menjalani hidup yang terus berubah adalah hal yang terpenting untuk terus kita jaga, ketika rasa menerima diri tertanam dalam sikap kita, kita akan bahagia seutuhnya, karena kita tidak lagi menginkan harapan kosong dan ambisi buta untuk kesempurnaan hidup itu sendiri, kita akan bahagia seutuhnya, &ketika bahagia ketenangan hidup selalu hadir di dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani, rasa menerima diri mebentuk kita menjadi pribadi yang baik dan bijaksana , karena rasa menerima diri menghancurkan sikap egoisme, dan hedonisme!

     kebahagiaan hadir ketika kita tidak lagi berambisi mengejar apa yang kita kira  sebagai
kesempurnaan hidup, karna itu hanyalah sebuah ilusi dan kebohongan nyata, 
hidup yang tak pernah sempurna dan dunia yang selalu cacat mengajarkan kita 
apa yang sunguh   penting dalam hidup ini , kita tidak pernah menginkan untuk terlahir kedalam dunia ini, karena kita terlempar di dalamnya, apapun kondisi dan keadaanmu 
di saat ini jalanilah hidup dengan rasa menerima diri, rasa yang dimana kita menerima diri kita seutuhnya di dalam hidup, rasa  dimana kita  menikmati 
apa yang kita punya dan  miliki, rasa yang menjadikan kita tenang dan bahagia seutuhnya, 
jika sudah demikian kebahagiaan akan selalu ada dalam hidup kita. (^_^)



 
                        

Selasa, 02 Desember 2014




          Sejatinya manusia tak pernah bisa memilih dan melakukan pilihan, ketika manusia terlahir manusia sudah mewarisi produk sosial dan melekat pada dirinya, nama, bahasa, agama, suku, kedudukan sosial, budaya, negara semua adalah produk warisan, manusia adalah mahluk yang terikat, dan slogan kebebasan pada manusia hanya ilusi omong kosong, ada satu makna terpenting yang di dapati manusia ,yaitu pilihan warisan dalam hal beragama, kenapa hanya agama,,??  agama adalah jalan hidup dari seluruh jawaban dari pertanyaan yang difikirkan oleh manusia. agama adalah jawaban dari tapas batas kekerdilan, kelemahan dan ketidak pastian hidup manusia. agama adalah lambang kebenaran dari seluruh misteri dan rahasia hidup yang di lalui manusia.
       anda dan saya serta mayoritas warga negara indonesia umumnya adalah pemeluk islam,  bahkan terbesar di dunia, melihat data dari republika.com dari jumlah populasi penduduk indonesia mencapai 205 juta jiwa , muslim indonesia terdata sebanyak 88,1 persen, pertanyaan terpenting adalah sudahkah anda benar-benar mengimani islam secara sungguh-sunguh dengan penuh penghayatan, penyadaran dan rasa cinta, atau anda hanya menjadikan islam sebagai agama warisan lalu di jalankan secara ikut-ikutan kering dan tanpa makna.
       Sedari kecil kita di ajarakan banyak hal tentang islam dari keluarga kita atau melalui lingkungan di mana kita tinggal, semua mengakar begitu kuat sampai kita tumbuh dewasa, sholat, puasa, zakat, haji, iman terhadap allah, maialakat, rasull, kitab allah, hari akhir, takdir semua adalah nilai-nilai kluhuran islam yang harus di tanamankan dan di amalakan, dan jangan lupa bahwa islam sangat mencintai orang miskin, para yatim, kaum dhuafa, serta menjujung tinggi nilai toleransi dalam memandang perbedaaan, karena agama ini adalah agama ''rahmatall lil'alamin''( agama yang penuh kasih sayang).
                '' kedangkalan persepsi nilai seorang muslim ''
            Agama islam adalah agama terkomplit dalam setiap aspek keluhuran nilai-nilai hidup, maupun setiap ritual ibadah semua sangat mendatangkan manfaat yang begitu sangat besar bagi setiap muslim yang benar-benar mau menghayatinya secara tulus dan ikhlas, namun pergeseran nilai islam banyak terjadi di dalam masyarakat, ketika rutinitas ibadah di jalankan secara kering dan tanpa makna, ibadah di lakukan atas nama balasan syurga, menjadikan ibadah seperti mental pengemis terus-menerus meminta tanpa di imbangi dengan niat untuk berusaha, islam hannya di jadikan kedok untuk mencari keuntungan atau menyembunyikan kejahatan.
            Dalam sisi yang paling extrim, islam selalu di jadikan alat pembenaran untuk melakukan kekerasaan, kebencian dan cara-cara halal untuk membunuh, melakukan bom bunuh diri atas nama syahid mendapat syurga,  miris melihat realitas yang terjadi saat ini, kedangkalan sangat merusak tatanan nilai-nilai islam yang sangat luhur, kedangkalan adalah akar yang menutup rapat-rapat cahaya kebenaran islam yang sesungguhnya, akar dari segalanya adalah kesalahan berfikir, semua terjadi karena manusia menjalankan agama islam tidak pernah dengan tulus dan bersunguh-sunguh, tidak pernah menghayati secara sadar melalui akal budi dan hati nurani, apa yang di serap dan di pelajari berada di luar dirinya, hanya mengikuti apa kata orang.
                  '' beriman secara otentik''
                           pengenalan nilai-nilai kehidupan islam, serta aturan tata cara beribadah sudah kita sangat kuasi karena memang kita di ajarkan ketika kita kecil sampai saat dewasa semua begitu sangat melekat, satu pertanyaan terpenting ''sudahkah kita benar-benar megenal allah satu-satunya tuhan pencipta alam semesta dengan rasa kasih sayang nya (arrahim), mengenali allah adalah hakikat terpenting menjadi seorang muslim, karena dengan mengenal allah kita tidak hanya menjadi sekedar manusia tapi manusia luar biasa yang mampu memiliki jawaban dari seluruh misteri hidup di dalam kenyataan yang tidak ada kepastian.
        di dalam asmaul husna tertera nama-nama yang baik untuk mengenal keesaan dzhat allah s.w.t, kita cukup mengenal satu kata,,   ''ar-rahim (maha kasih sayang)'' , kasih sayangnya kepada setiap ciptaanya begitu tak terbatas dan tak dapat di ukur, terutama terhadap manusia, allah memerintahkan kita dalam sholat 5 waktu dan itu mencapai 17 rakaat, dalam isi kandungan sholat , lebih dari 80.% adalah bacaan doa, allah mewajibkan kita untuk sholat hanya untuk kebaikan kita sendiri, allah mengerti betapa rapuh dan lemahnya sifat manusia, serta selalu berada dalam kelalaian,  allah meminta kita selalu mengucap '' ihdinas shirotol mustaqim (dan tunjukanlah kami jalan yang lurus)'' dalam setiap bacaan surat al-fatihaa, semua demi kebaikan manusia dan allah begitu sangat menyayangi ciptannya (manusia).
           Di dalam hidup yang penuh ketidak pastian,  sesungguhnya hidup ini absurd, yaitu suatu kenyataan tanpa kita bisa memaknai seluruhnya, tidak ada yang abadi semua begitu rapuh, kematian keluarga, orang yang di kasihi, kita sendiri, semua rapuh, dan tidak ada keabadian yang menjamin, di balik kenyataan absurd itu kita harus percaya,, kita harus hidup secara cerdas dan tidak terpaku terhadap kerapuhan hidup ini sendiri. bersandar dan berserah terhadap suatu zdhat yang abadi adalah nilai tertinggi dari esensi hidup ini.
             berimanlah secara otentik, yaitu keadaan beriman secara sadar melalui perenungan dan penyadaran kehadiran allah s.w.t., melalui akal budi dan hati nurani, sehingga tercipta  ketulusan, dan rasa cinta dalam mengamalkan nilai-nilai keluhuran agama islam, kita semua berharap ini, dan menjadikan islam tetap berdiri tegak menjadi agama rahmatal lil'alamin yang penuh kasih sayang dan meleyapkan kebencian. ^_^