'' hidup yang tak abadi didunia ini, harus menjadi baik, dan bermanfaat untuk semua orang''
Selasa, 02 Desember 2014
Sejatinya manusia tak pernah bisa memilih dan melakukan pilihan, ketika manusia terlahir manusia sudah mewarisi produk sosial dan melekat pada dirinya, nama, bahasa, agama, suku, kedudukan sosial, budaya, negara semua adalah produk warisan, manusia adalah mahluk yang terikat, dan slogan kebebasan pada manusia hanya ilusi omong kosong, ada satu makna terpenting yang di dapati manusia ,yaitu pilihan warisan dalam hal beragama, kenapa hanya agama,,?? agama adalah jalan hidup dari seluruh jawaban dari pertanyaan yang difikirkan oleh manusia. agama adalah jawaban dari tapas batas kekerdilan, kelemahan dan ketidak pastian hidup manusia. agama adalah lambang kebenaran dari seluruh misteri dan rahasia hidup yang di lalui manusia.
anda dan saya serta mayoritas warga negara indonesia umumnya adalah pemeluk islam, bahkan terbesar di dunia, melihat data dari republika.com dari jumlah populasi penduduk indonesia mencapai 205 juta jiwa , muslim indonesia terdata sebanyak 88,1 persen, pertanyaan terpenting adalah sudahkah anda benar-benar mengimani islam secara sungguh-sunguh dengan penuh penghayatan, penyadaran dan rasa cinta, atau anda hanya menjadikan islam sebagai agama warisan lalu di jalankan secara ikut-ikutan kering dan tanpa makna.
Sedari kecil kita di ajarakan banyak hal tentang islam dari keluarga kita atau melalui lingkungan di mana kita tinggal, semua mengakar begitu kuat sampai kita tumbuh dewasa, sholat, puasa, zakat, haji, iman terhadap allah, maialakat, rasull, kitab allah, hari akhir, takdir semua adalah nilai-nilai kluhuran islam yang harus di tanamankan dan di amalakan, dan jangan lupa bahwa islam sangat mencintai orang miskin, para yatim, kaum dhuafa, serta menjujung tinggi nilai toleransi dalam memandang perbedaaan, karena agama ini adalah agama ''rahmatall lil'alamin''( agama yang penuh kasih sayang).
'' kedangkalan persepsi nilai seorang muslim ''
Agama islam adalah agama terkomplit dalam setiap aspek keluhuran nilai-nilai hidup, maupun setiap ritual ibadah semua sangat mendatangkan manfaat yang begitu sangat besar bagi setiap muslim yang benar-benar mau menghayatinya secara tulus dan ikhlas, namun pergeseran nilai islam banyak terjadi di dalam masyarakat, ketika rutinitas ibadah di jalankan secara kering dan tanpa makna, ibadah di lakukan atas nama balasan syurga, menjadikan ibadah seperti mental pengemis terus-menerus meminta tanpa di imbangi dengan niat untuk berusaha, islam hannya di jadikan kedok untuk mencari keuntungan atau menyembunyikan kejahatan.
Dalam sisi yang paling extrim, islam selalu di jadikan alat pembenaran untuk melakukan kekerasaan, kebencian dan cara-cara halal untuk membunuh, melakukan bom bunuh diri atas nama syahid mendapat syurga, miris melihat realitas yang terjadi saat ini, kedangkalan sangat merusak tatanan nilai-nilai islam yang sangat luhur, kedangkalan adalah akar yang menutup rapat-rapat cahaya kebenaran islam yang sesungguhnya, akar dari segalanya adalah kesalahan berfikir, semua terjadi karena manusia menjalankan agama islam tidak pernah dengan tulus dan bersunguh-sunguh, tidak pernah menghayati secara sadar melalui akal budi dan hati nurani, apa yang di serap dan di pelajari berada di luar dirinya, hanya mengikuti apa kata orang.
'' beriman secara otentik''
pengenalan nilai-nilai kehidupan islam, serta aturan tata cara beribadah sudah kita sangat kuasi karena memang kita di ajarkan ketika kita kecil sampai saat dewasa semua begitu sangat melekat, satu pertanyaan terpenting ''sudahkah kita benar-benar megenal allah satu-satunya tuhan pencipta alam semesta dengan rasa kasih sayang nya (arrahim), mengenali allah adalah hakikat terpenting menjadi seorang muslim, karena dengan mengenal allah kita tidak hanya menjadi sekedar manusia tapi manusia luar biasa yang mampu memiliki jawaban dari seluruh misteri hidup di dalam kenyataan yang tidak ada kepastian.
di dalam asmaul husna tertera nama-nama yang baik untuk mengenal keesaan dzhat allah s.w.t, kita cukup mengenal satu kata,, ''ar-rahim (maha kasih sayang)'' , kasih sayangnya kepada setiap ciptaanya begitu tak terbatas dan tak dapat di ukur, terutama terhadap manusia, allah memerintahkan kita dalam sholat 5 waktu dan itu mencapai 17 rakaat, dalam isi kandungan sholat , lebih dari 80.% adalah bacaan doa, allah mewajibkan kita untuk sholat hanya untuk kebaikan kita sendiri, allah mengerti betapa rapuh dan lemahnya sifat manusia, serta selalu berada dalam kelalaian, allah meminta kita selalu mengucap '' ihdinas shirotol mustaqim (dan tunjukanlah kami jalan yang lurus)'' dalam setiap bacaan surat al-fatihaa, semua demi kebaikan manusia dan allah begitu sangat menyayangi ciptannya (manusia).
Di dalam hidup yang penuh ketidak pastian, sesungguhnya hidup ini absurd, yaitu suatu kenyataan tanpa kita bisa memaknai seluruhnya, tidak ada yang abadi semua begitu rapuh, kematian keluarga, orang yang di kasihi, kita sendiri, semua rapuh, dan tidak ada keabadian yang menjamin, di balik kenyataan absurd itu kita harus percaya,, kita harus hidup secara cerdas dan tidak terpaku terhadap kerapuhan hidup ini sendiri. bersandar dan berserah terhadap suatu zdhat yang abadi adalah nilai tertinggi dari esensi hidup ini.
berimanlah secara otentik, yaitu keadaan beriman secara sadar melalui perenungan dan penyadaran kehadiran allah s.w.t., melalui akal budi dan hati nurani, sehingga tercipta ketulusan, dan rasa cinta dalam mengamalkan nilai-nilai keluhuran agama islam, kita semua berharap ini, dan menjadikan islam tetap berdiri tegak menjadi agama rahmatal lil'alamin yang penuh kasih sayang dan meleyapkan kebencian. ^_^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar